PAI
PAISMP
Wawasan-Islam
Pengertian dan Hikmah Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah zakat
yang disyariatkan dengan berakhirnya bulan Ramadhan sebagai pembersih dari hal-hal
yang mengotori shaum, dan santunan yang mencukupi fakir-miskin di hari raya
Fithri.
Hadits Rasulullah saw : "
Dari Ibnu Umar ra berkata:" Rasulullah saw . mewajibkan zakat fitrah, satu
sha kurma atau gandum pada budak, orang merdeka, lelaki, perempuan, anak kecil
dan orang dewasa dari umat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya se belum
mereka keluar untuk sholat ('iid)" (Mutafuqun alaihi).
Hukum Zakat Fitrah
Zakat Fitrah hukumnya wajib.
Adapun yang dikenai kewajiban adalah setiap muslim/muslimah, baik kaya maupun
miskin, akil baligh maupun tidak, jika yang bersangkutan masih hidup walaupun
sesaat pada malam hari ra ya Fithri, dan jika mempunyai kelebihan dari kebutuhan
primernya untuk sehari semalam ‘Iedul Fithri.
Hikmah Zakat Fitrah
Termasuk kebutuhan primer
adalah makan, pengobatan yang sakit, kiswatul ‘Iid (pakaian hari raya) jika
memang perlu ganti pakaian, juga untuk membayar utang yang tidak dapat
ditangguhkan lagi.
Bagi yang mempunyai
tanggungan wajib mengeluarkan zakat Fithrah bagi orang yang dibawah tanggungannya,
kecuali orang yang dibawah tanggungannya mampu untuk mengeluarkan sendiri, maka
status hukumnya menjadi anjuran.
Ketentuan Zakat Fitrah
1.
Besar sha' menurut ukuran sekarang
adalah 2176 gram (2,2 Kg). Boleh dan dipandang baik (mustahab) memberi tambahan
dari kadar tersebut, jika dimaksudkan untuk kehati-hatian (ikhtiyat) mengenai
equevalent sha’ dengan kilogram dan
menunjang santunan kepada fakir miskin agar lebih mencukupi dan efektif.
2.
Boleh mengeluarkan zakat Fithrah dengan uang jika lebih bernilai guna bagi fakir miskin penerimanya, terlepas
apakah lebih memudahkan bagi pihak pembayar zakat atau tidak. Sebagaimana di
fatwakan oleh para ulama madzhab Hanafi dan ulama modern, juga diriwayatkan dari Hasan Al Bashri dan Umar bin Abdul Aziz.
3.
Untuk kembali ke ashalah dan khuruj ‘anil khilaf (keluar dari khilaf) sangat
ditekankan mengeluarkan zakat Fithrah dalam bentuk qut (bahan makanan pokok,
beras) dan sedapat mungkin dengan kualitas yang terbaik.
4.
Masharif (yang berhak menerima) Zakat Fitrah, adalah delapan golongan sesuai
dengan surat at-Taubah 60. Namun demikian lebih diutamakan atau diprioritaskan
untuk fakir fiskin, supaya mereka dapat merasakan kege mbiraan di hari raya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
5.
Sebaiknya zakatul Fithrah sudah dikeluarkan/ dikumpulkan dua hari sebelum hari
raya, sebagaimana yang dilakukan sebagian sahabat, diantaranya Ibnu Umar ra.
Hal ini jelas akan menunjang realisasi ‘Ighnaul masakin’ (memberikan kecukupan
kepada kaum miskin) pada hari ‘Iedhul
Fithri dan melancarkan penanganannya.
6. Boleh mengeluarkan
zakat dita’jil (dipercepat) sejak awal-awal Ramadhan, dan masih boleh/ sah
mengeluarkannya ba’da shubuh hari raya tapi sebelum usai shalat ‘Ied. Jika sesudahnya,
maka kedudukannya bergeser dari Zakat Fithrah yang fardhu menjadi shadaqah sunnah.
Ha ini berdasarkan hadits sbb: “Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat
maka itu adalah zakat yang sah, dan barangsiapa membayarnya setelah shalat maka itu adalah sedekah sunnah”(HR Ibnu Majah)
No comments
Post a Comment